March 3, 2024

Savannastable.com

Savannastable.com

Mengenal “Bunting Kerbau”, Tradisi Sunda Doakan Wanita yang Hamil Lebih dari 9 Bulan

2 min read

Reuneuh Mundingeun atau Hamil Kerbau (dalam Bahasa Indonesia) jadi adat turun-temurun yang sudah dilakukan oleh warga Sunda. Upacara ini umumnya ditujukan untuk doakan wanita yang kehamilannya lebih dari sembilan bulan.

Adat ini masih dilaksanakan oleh masyarakat di sebagian besar daerah Jawa Barat. Mereka akan kuatir saat bayi di kandungan belum lahir sesudah umurnya lebih dari sembilan bulan. Supaya selekasnya melahirkan, wanita hamil itu selanjutnya dipanjatkan doa lewat rangkaian acara tradisi.

Selainnya meminta percepat kelahiran, penerapan adat Reuneuh Mundingeun Slot online terpercaya ini meminta berkah dan keselamatan untuk ibu dan jabang bayi supaya lancar sepanjang proses persalinan.

Mencuplik Instagram Budaya Kuring, Kamis (15/6) adat Reuneuh Mundingeun asal dari kata Reuneuh (kehamilan), dan Mundingeun (kerbau yang hamil tua). Masyarakat di tempat mengumpamakan wanita yang hamil lebih dari sembilan bulan serupa dengan kehamilan hewan kerbau (kerbau hamil).

Umumnya adat Slot gacor hari ini diadakan oleh faksi keluarga ketika berada bagian keluarga yang kehamilannya telah masuk umur 11 sampai 12 bulan. Ini serupa dengan hewan kerbau yang mempunyai umur kehamilan sampai setahun.

Akan tetapi, adat ini bermakna yang bagus dan keramat, karena meminta kebaikan untuk sang wanita dan jabang bayi supaya selamat dan bisa selekasnya lahir ke dunia.

Untuk warga Sunda, kehadiran paraji benar-benar menolong. Paraji sama dengan dukun beranak, yang mempunyai pekerjaan menjaga dan mengatur wanita di perdesaan Jawa Barat yang hamil tua. Paraji akan diundang untuk menolong wanita hamil dalam acara Reuneuh Mundingeun.

Dikutip dari situs Budaya Indonesia, peranan paraji dalam adat Reuneuh Mundingeun ialah menemani sang wanita untuk jalan melingkari rumah. Kemudian, wanita hamil akan dibantu ke arah kandang kerbau untuk dipanjatkan doa.

Di kandang kerbau, wanita hamil itu lalu dikalungi kolotok dan tali, dan disuruh untuk tirukan suara kerbau. Ini mempunyai makna menampik bala, dan memiliki kandungan keinginan supaya keadaan wanita tidak sama kerbau yang hamil sepanjang setahun.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!